Informasi

Dua ekstensi agentic AI VS Code terpopuler dibedah dari sisi fitur dan workflow nyata.

Oleh Dimas Julianto TUKANG UJI TOOL BARU

Saya sudah pakai Cline hampir setahun. Lalu Kilo Code muncul dan saya coba juga. Setelah beberapa minggu bolak-balik antara keduanya di proyek yang sama, saya punya pendapat yang cukup kuat soal mana yang lebih layak jadi ekstensi utama di VS Code.

Artikel ini bukan review yang pura-pura netral. Saya akan bilang mana yang lebih bagus dan kenapa, termasuk kelemahan yang biasanya tidak disebutkan di review lain.

Cline, Si Veteran yang Sudah Teruji

Cline lahir dari proyek open source yang awalnya bernama Claude Dev, dibuat oleh Saoud Rizwan. Setelah berkembang pesat, proyek ini berganti nama jadi Cline dan sekarang dikelola oleh tim yang lebih besar dengan komunitas aktif di GitHub dan Discord.

Lisensi Apache 2.0, kode sumbernya terbuka, dan ini bukan proyek sampingan yang bisa mati kapan saja. Ada ratusan kontributor dan ribuan bintang di GitHub. Kalau Anda butuh ekstensi yang punya track record jelas dan tidak akan tiba-tiba abandoned, Cline ada di posisi itu.

Yang bikin Cline kuat adalah fleksibilitasnya soal model. Mau pakai Anthropic langsung, OpenAI, Google Gemini, AWS Bedrock, Azure, OpenRouter, atau bahkan endpoint OpenAI-compatible buatan sendiri, semuanya bisa. Ini yang membuat Cline jadi pilihan utama developer yang tidak mau terikat satu provider.

Dari sisi fitur, Cline punya:

  • Plan mode dan Act mode: Plan untuk berpikir dulu sebelum eksekusi, Act untuk langsung jalan
  • Auto-approve granular: bisa set mana yang boleh otomatis, read, edit, jalankan command, atau akses MCP
  • Cost tracking: setiap task ada estimasi biaya yang ditampilkan real-time
  • MCP support: bisa sambungkan ke berbagai tools eksternal via Model Context Protocol
  • Browser automation: bisa buka browser dan interaksi langsung dengan halaman web
Tampilan website resmi Cline, open source coding agent dengan 62k GitHub stars
Website resmi Cline, dipercaya lebih dari 8 juta developer di seluruh dunia.

Saya pakai Cline dengan endpoint custom (openai-compat) dan pengalaman saya cukup solid. Jarang crash, diff view-nya jelas, dan auto-approve-nya bisa dikonfigurasi sedetail yang saya mau.

Satu hal yang saya appreciate dari Cline: dokumentasinya lengkap. Kalau ada masalah, hampir pasti sudah ada yang tanya di GitHub Issues atau Discord. Ini yang tidak bisa diremehkan kalau Anda developer yang tidak mau buang waktu troubleshoot hal-hal dasar.

Kilo Code, Fork yang Punya Ambisi Sendiri

Kilo Code adalah fork dari Cline. Bukan rahasia, mereka sendiri yang bilang. Tapi fork bukan berarti jelek. Justru Kilo Code menambahkan beberapa hal yang tidak ada di Cline versi asli.

Yang paling mencolok adalah mode selector di bagian bawah panel. Ada empat mode: Code, Architect, Ask, dan Debug. Masing-masing punya system prompt yang berbeda, jadi AI-nya “berpikir” dengan konteks yang sesuai. Kalau lagi debug, pakai mode Debug. Kalau lagi merancang arsitektur sistem, pakai Architect. Ini bukan sekadar gimmick. Saya merasakan perbedaan kualitas respons yang cukup signifikan ketika pakai mode yang tepat dibanding selalu pakai mode generik.

Fitur kedua yang saya suka: thinking budget control. Ada pilihan Low, Medium, High untuk mengatur seberapa dalam model berpikir sebelum menjawab. Ini sangat berguna kalau pakai model dengan extended thinking seperti Claude Sonnet 4.6 Thinking. Kalau task-nya simpel, set ke Low biar hemat token. Kalau lagi tackle bug yang kompleks, naikkan ke High.

Toolbar Kilo Code juga lebih padat, ada lebih banyak ikon di bagian atas panel dibanding Cline. Beberapa di antaranya untuk fitur seperti checkpoint, memory, dan task management yang lebih terstruktur. Kalau Anda tipe yang suka punya kontrol lebih atas workflow, ini terasa lebih nyaman.

Tampilan website resmi Kilo Code dengan tagline models change great workflows dont
Website resmi Kilo Code, fork Cline yang fokus pada workflow yang konsisten lintas model.

Pengalaman Nyata Pakai Keduanya

Saya coba keduanya di proyek yang sama: refactor komponen Astro yang cukup kompleks dengan banyak dependency.

Dengan Cline, saya set ke Plan mode dulu. AI-nya membuat rencana yang cukup detail, lalu saya approve dan dia mulai eksekusi. Prosesnya smooth, tapi saya tidak punya kontrol atas seberapa “dalam” dia berpikir. Hasilnya bagus, tapi ada beberapa keputusan arsitektur yang terasa terburu-buru dan harus saya koreksi manual.

Dengan Kilo Code di mode Architect dan thinking budget High, hasilnya berbeda. AI-nya lebih banyak mempertimbangkan trade-off sebelum mulai nulis kode. Waktu prosesnya lebih lama, tapi kualitas rencana yang dihasilkan lebih matang. Untuk task refactor yang kompleks, ini worth it.

Untuk task yang lebih simpel seperti nulis fungsi utility atau fix bug kecil, saya pakai Kilo Code di mode Code dengan thinking budget Low. Hasilnya cepat dan tidak boros token. Kombinasi mode dan thinking budget ini yang bikin Kilo Code terasa lebih fleksibel untuk berbagai jenis pekerjaan.

Satu hal yang saya catat: Kilo Code kadang lebih lambat startup-nya dibanding Cline. Bukan lambat yang mengganggu, tapi terasa kalau Anda sering restart VS Code.

Kelebihan
  • Mode selector (Code/Architect/Ask/Debug) yang benar-benar berguna
  • Thinking budget control untuk model extended thinking
  • UI lebih rapi dengan toolbar yang lebih lengkap
  • Aktif dikembangkan dengan update yang cukup sering
Kekurangan
  • Komunitas jauh lebih kecil dari Cline
  • Dokumentasi masih tipis dibanding Cline
  • Karena fork, kadang ada fitur Cline yang belum di-merge
  • Lebih sedikit tutorial dan troubleshooting di internet

Perbandingan Langsung

Cline Kilo Code
Open source (Apache 2.0) Open source (fork Cline)
Plan / Act mode Code / Architect / Ask / Debug mode
Tidak ada thinking budget control Ada thinking budget (Low/Med/High)
Auto-approve granular Auto-approve granular (sama)
Komunitas besar, banyak tutorial Komunitas kecil, dokumentasi terbatas
Cost tracking per task Cost tracking per task (sama)
MCP support lengkap MCP support (sama)
Support semua provider AI Support semua provider AI (sama)

Soal Model dan API

Keduanya support provider yang sama: Anthropic, OpenAI, OpenRouter, dan endpoint custom. Tapi pengalaman saya, Kilo Code lebih smooth kalau pakai model dengan kemampuan thinking seperti Claude Sonnet 4.6 Thinking, justru karena ada kontrol thinking budget-nya.

Di Cline, kalau pakai model thinking, tidak ada cara mudah untuk mengatur seberapa banyak token yang dipakai untuk proses berpikir. Hasilnya kadang boros token untuk task yang sebetulnya tidak perlu deep thinking. Di Kilo Code, saya tinggal set ke Low untuk task rutin dan naik ke High kalau lagi debug masalah yang pelik.

Satu hal yang perlu dicatat: karena Kilo Code adalah fork, ada kemungkinan update dari Cline upstream belum masuk ke Kilo Code. Jadi kalau Cline baru rilis fitur baru, Kilo Code mungkin butuh beberapa minggu untuk catch up. Ini risiko nyata yang harus Anda pertimbangkan kalau bergantung pada fitur-fitur terbaru.

Mana yang Saya Rekomendasikan

Ini pendapat saya yang tidak basa-basi:

Pakai Kilo Code kalau:

  • Anda sering pakai model dengan extended thinking (Claude Sonnet/Opus thinking variants)
  • Anda suka punya mode yang berbeda untuk konteks kerja yang berbeda
  • Anda tidak terlalu bergantung pada komunitas dan bisa troubleshoot sendiri

Tetap di Cline kalau:

  • Anda butuh ekosistem yang mature dengan banyak tutorial dan plugin
  • Anda pakai model non-thinking dan tidak butuh thinking budget control
  • Anda bergantung pada MCP servers yang mungkin belum diuji di Kilo Code
  • Anda lebih nyaman dengan proyek yang punya track record lebih panjang

Saya sendiri sekarang pakai Kilo Code sebagai ekstensi utama, tapi tetap install Cline sebagai backup. Alasannya sederhana: thinking budget control di Kilo Code terlalu berguna untuk diabaikan kalau Anda pakai Claude model. Tapi kalau ada masalah yang tidak bisa saya solve di Kilo Code, Cline selalu jadi fallback yang reliable.

Yang perlu diingat: keduanya gratis untuk diinstall. Tidak ada alasan untuk tidak mencoba keduanya dan lihat mana yang lebih cocok dengan workflow Anda. Biaya yang muncul hanya dari API provider yang Anda pakai, bukan dari ekstensinya sendiri.

Catatan

Kilo Code adalah fork aktif dari Cline. Fitur inti keduanya hampir identik karena berbagi codebase yang sama.

Apakah Kilo Code gratis? +

Ya, Kilo Code gratis diinstall dari VS Code Marketplace. Biaya yang muncul adalah biaya API dari provider model yang Anda pakai, bukan dari Kilo Code itu sendiri.

Apakah Cline dan Kilo Code bisa diinstall bersamaan? +

Bisa, tapi keduanya tidak bisa aktif di waktu yang sama di satu window VS Code. Anda perlu disable salah satu kalau mau pakai yang lain.

Kilo Code lebih boros token dari Cline? +

Tidak secara default. Justru dengan thinking budget control, Kilo Code bisa lebih hemat token untuk task sederhana karena Anda bisa set ke Low.

Apakah Kilo Code aman dipakai untuk proyek production? +

Sama amannya dengan Cline. Keduanya tidak mengirim kode Anda ke server mereka sendiri. Semua langsung ke API provider yang Anda pilih.

Mau Tahu Lebih Banyak Soal AI Coding Tools?

Cek koleksi insight dan review tools AI lainnya di Sitemas.

Dimas Julianto, S.Kom.

Dimas Julianto, S.Kom.

@dimasjulianto

TECH ENTHUSIAST & DIGITAL CREATOR

Lihat Profil

Membangun ekosistem digital yang edukatif melalui Sitemas. Berfokus pada inovasi teknologi, AI, dan pengembangan konten kreatif yang berdampak.

Komentar

Memuat komentar...