Saat teman-teman saya sibuk pamer iPhone 17 Pro Max atau Samsung S26 Ultra, saya melakukan hal yang dianggap gila: Kembali menggunakan Redmi 5A keluaran tahun 2017.

Ya, Anda tidak salah baca. HP sejuta umat yang dulu dijuluki “Raja Entry Level” ini sekarang sudah berusia 9 tahun. Di era AI phone dan layar lipat, apakah si mungil Riva ini masih bisa bernafas?

Spoiler: Ternyata masih bisa WhatsApp-an, tapi jangan harap bisa buka Genshin Impact.

Mengapa Melakukan Ini?

Jujur, saya rindu masa di mana HP itu simple. Baterai awet berhari-hari, ukuran pas di satu tangan, dan tidak ada notifikasi AI yang mengganggu. Plus, saya menemukan thread di XDA Developers yang bilang kalau Redmi 5A dapat porting LineageOS berbasis Android 15.

Rasa penasaran saya sebagai opreker bangkit.

Spesifikasi Redmi 5A (2017)
  • Chipset: Snapdragon 425 (Quad-core 1.4 GHz) - Zaman dinosaurus
  • RAM: 2 GB (Ya ampun…)
  • Internal: 16 GB eMMC 5.1
  • Baterai: 3000 mAh

Perjalanan Menolak Punah

Hari 1

Instalasi Custom ROM

Unlock Bootloader sukses. Flash TWRP terbaru. Install LineageOS 22 (Android 15 Go Edition). Kaget banget, booting cuma 40 detik!

Hari 3

WhatsApp & Sosmed

Install WhatsApp Lite. Lancar. Buka Instagram? HP mulai hangat. Buka TikTok? Lag parah. Oke, ini batasnya.

Hari 7

Digital Detox

Karena gak bisa multitasking berat, saya jadi jarang main HP. Produktivitas kerja malah naik drastis. Baterai tembus 2 hari standby.

Realita Pemakaian 2026

1. Performa: Kesabaran adalah Kunci

Buka aplikasi butuh waktu 2-3 detik. Multitasking? Lupakan. Kalau buka Maps, Spotify otomatis mati karena RAM 2GB menjerit minta tolong. Tapi untuk telepon, SMS, dan chat teks, rasanya snappy berkat Android Go yang ringan.

2. Kamera: Vintage Aesthetic

Di era 2026 yang fotonya serba tajam dan over-processed AI, hasil foto 13MP Redmi 5A malah terlihat aesthetic. Noise-nya natural, warnanya agak pudar kayak filter film gratisan.

Tampilan Redmi 5A menjalankan Android 15 Custom ROM
Redmi 5A (Riva) menjalankan LineageOS 22 dengan icon pack modern.

3. Baterai: Kecil tapi Awet

Ajaibnya, baterai 3000 mAh ini (yang sudah saya ganti baru merk pihak ketiga) bisa bertahan dari jam 7 pagi sampai 7 malam. Kenapa? Karena chipset Snapdragon 425 itu low power banget, dan saya jarang nyalain layar karena loading lama.

Redmi 5A vs iPhone 17 (Perbandingan Tidak Adil)

Redmi 5A (2017) iPhone 17 (2025)
Harga Bekas: Rp 150.000 Harga: Rp 18.000.000
RAM: 2 GB RAM: 12 GB
Fitur: IR Blaster (Remote TV) Fitur: AI God Mode
Repair: Ganti baterai 50rb Repair: Ganti baterai 2jt
Fakta IR Blaster

Fitur Remote TV (IR Blaster) di Redmi 5A adalah fitur yang paling saya kangenin di HP flagship zaman sekarang. Sangat berguna di warteg buat ganti channel TV!

Kelebihan dan Kekurangan di 2026

Kelebihan
  • Ukuran 5 inci sangat nyaman di tangan (compact).
  • IR Blaster sangat fungsional.
  • Tahan banting (plastik body).
  • Cocok untuk Digital Detox / HP Kedua (Dumbphone).
Kekurangan
  • RAM 2GB sering force close aplikasi modern.
  • Charging super lama (Micro USB 5V/1A).
  • Sinyal cuma 4G, belum 5G (internet terasa lambat).

Kesimpulan

Apakah Redmi 5A layak dipakai di 2026?

  • Sebagai Daily Driver Utama: Sangat TIDAK. Anda akan stress nunggu loading QRIS di kasir.
  • Sebagai HP Musik/Cadangan: YES. Atau buat Anda yang mau puasa sosmed.

Eksperimen ini mengajarkan saya bahwa kebahagiaan tidak datang dari specs dewa, tapi dari fungsionalitas yang cukup. Dan Redmi 5A, kamu memang legenda.

O

Omen

Old Gadget Collector

Suka ngoprek HP jadul daripada beli baru. Save e-waste!