Di tahun 2026, “Perang Keranjang” belum berakhir. TikTok Shop bangkit kembali dengan fitur AI Shopping-nya, sementara Shopee Video semakin agresif dengan subsidi komisi gila-gilaan.

Sebagai affiliate marketer yang main di dua kaki, sering banget saya ditanya: “Bang, mending fokus di mana buat pemula?”

Jawabannya tidak sesederhana “Pilih A” atau “Pilih B”. Mari kita bedah data real dari dapur saya.

Disclaimer

Review ini berdasarkan pengalaman pribadi dan data komisi Q1 2026. Kebijakan platform bisa berubah sewaktu-waktu.

1. Skema Komisi (Money Talks!)

Shopee Video 2026 melakukan revamp besar-besaran. Mereka memperkenalkan skema “Base + Brand Bonus”.

  • Komisi Dasar: 5-10%
  • Bonus Brand (CommsXtra): Bisa sampai 40%
  • Total Potensi: 50% per penjualan.

TikTok Shop, di sisi lain, komisinya ditentukan mutlak oleh Seller.

  • Fashion/Beauty: Rata-rata 10-15%
  • Gadget: 3-5%
  • Keunggulan: Ada fitur “Sampel Gratis” yang sangat mudah didapat jika followersmu di atas 5k.
Pemenang Komisi: Shopee Video (Karena subsidi platformnya gila!)

2. Kemudahan Algoritma (FYP)

Algoritma TikTok di 2026 makin strict. Salah ngomong dikit, kena pelanggaran. Video re-upload? Langsung shadowban 30 hari. TikTok butuh konten yang sangat original dan entertaining.

Shopee Video algoritma-nya masih “lugu”. Video review sederhana tanpa wajah, video slide foto, bahkan video repost (dengan sedikit edit) masih bisa FYP dan pecah telor.

Perbandingan Head-to-Head

TikTok Shop Affiliate Shopee Video Affiliate
Traffic: Masif (Viral Quality) Traffic: High Intent (Siap Belanja)
Komisi: 10-15% (Rata-rata) Komisi: Up to 50% (Subsidi)
Payout: Mingguan (Otomatis) Payout: 2 Mingguan (Sering Delay)
Sample: Banjir Sampel Gratis Sample: Jarang ada
Tingkat Kesulitan: Hard Tingkat Kesulitan: Easy/Medium

3. The “Live Shopping” Factor

Kalau kamu pede tampil depan kamera dan jago ngomong, TikTok Live adalah rajanya. Konversi saat Live di TikTok bisa 10x lipat dibanding Live di Shopee.

Shopee Live memang ada, tapi penontonnya kebanyakan pemburu diskon/voucher gratisan, bukan pembeli loyal.

Studi Kasus Pendapatan Saya (Bulan Lalu)

65%

Tiktok ($1,200)

Dari Livestreaming

35%

Shopee ($650)

Dari Video Pendek

Saya dapat lebih banyak dari TikTok karena saya rutin Live. Tapi dari sisi effort, Shopee menang jauh. Video Shopee saya buat sekali, cuannya ngalir terus berbulan-bulan (Passive). Kalau TikTok, saya harus Live tiap hari (Active).

Grafik Perbandingan Traffic TikTok vs Shopee
TikTok menang di volume traffic, tapi Shopee menang di Conversion Rate.

Kesimpulan: Mana yang Cocok Buat Kamu?

Kelebihan
  • Pilih TikTok Shop Jika: Kamu ekstrovert, suka Live Streaming, punya personal branding kuat, dan full-time creator.
Kekurangan
  • Pilih Shopee Video Jika: Kamu introvert (malu kamera), kaum rebahan, cari side income tambahan, dan gak mau ribet ngurus pelanggaran.

Saran Akhir: Kenapa harus pilih? Jalankan keduanya. Upload video original di TikTok, lalu re-purpose (upload ulang) ke Shopee Video. Work smart, twice the outcome.

O

Omen

E-Commerce Specialist

Praktisi affiliate marketing sejak 2020. Fokus di strategi multi-platform.